Apakah kata rindu itu menjemukan?
Sebab bagiku ia adalah candu
Yang bahkan jika kita telah bertemu
Ia mungkin malah kembali menyerbu
Dengan rasa yang lebih menggebu
Kuterima dirimu dengan penuh tuntutan
Jadilah imamku dengan penuh kesadaran
Karena dunia ini hanyalah fana
Sementara aku ingin kata selamanya
Menyatukan kita
Dan diantara tanda kasihNya yang tak berbatas
Sudikah kiranya jika engkau menjadi salah satunya
RahmatNya yang menuntunku kembali ke jalan yang Ia ridhoi
Anugerah yang akan membawa syukur tiada henti
Dalam lantunan Alhamdulillah yang terbias dari lakuku pula
Jadilah yang pertama dan terakhir
Yang mengetahui seluk beluk kurangku
Sisi-sisi kelam yang coba kututup rapat
Goresan-goresan luka yang sayatannya membekas lama
Jadilah alasanku sembuh
Jadilah alasanku kembali meyakini
Bahwa skenarioNya selalu lebih baik dari apa yang kurencana
Bolehkah sekiranya kuutarakan kembali
Bahwasanya aku mencintaimu
Dan mari menjemput hubungan yang suci
Yang di dalamnya mengalir beragam ketenangan
Serta ketentraman
Sampai saat itu tiba
Sampai pada akhirnya waktu membuktikan
Bahwa kamulah tempatku pulang
Dan sebaliknya
Maaf aku mencuri start terlebih dahulu
Aku mencintaimu Pramudya Adi Prasetyo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar